Postingan

SEBUAH KISAH YANG MEMBUAT ABU BAKAR & UMAR CEMBURU...

Gambar
Pernahkah Anda mendengar tentang seorang pemuda yang ketika wafatnya, Rasulullahﷺ sendiri yang turun ke dalam liang lahatnya, sementara Abu Bakar dan Umar hanya bisa berdiri di atas sambil menangis iri? Bukan iri karena benci, tapi iri karena kemuliaan yang ia dapatkan. Ini adalah kisah tentang Abdullah Zul-Bijadain, Sang Pemilik Dua Kain Kasar. Di masa awal Islam, ada seorang pemuda yatim kaya raya bernama Abdul Uzza. Ia hidup bergelimang harta di bawah asuhan pamannya yang sangat mencintainya. Namun, begitu cahaya Islam masuk ke hatinya,segalanya berubah. Saat ia meminta izin untuk memeluk Islam, pamannya murka: "Jika kau mengikuti Muhammad, aku akan mengambil kembali semua harta yang kuberikan padamu, bahkan pakaian yang melekat di tubuhmu!" Tanpa ragu, pemuda ini melepas semua kemewahannya. Ia menyerahkan hartanya, bahkan jubah mahalnya. Ia pulang ke ibunya hanya dengan tubuh tanpa kain, lalu memotong selembar kain kasar (Bijaad) menjadi dua: satu untuk sarung, satu untuk...

ULAMA YANG MENUTUPI AIB ORANG LAIN

Gambar
Kisah seorang ulama besar bernama Ahmad bin Mahdi yang memberikan pelajaran . tentang kasih sayang, pengorbanan, dan pentingnya menjaga kehormatan sesama manusia. Suatu hari, datanglah seorang perempuan dengan hati yang penuh kegelisahan. Ia sedang mengandung akibat perbuatan yang salah dan sangat takut menghadapi pandangan masyarakat. Pada masa itu, kehamilan di luar nikah dianggap sebagai aib besar yang dapat menghancurkan kehormatan seseorang dan keluarganya. Melihat kesedihan yang begitu mendalam, Ahmad bin Mahdi tidak memilih untuk mencela, mempermalukan, atau menghakiminya. Sebaliknya, beliau menunjukkan akhlak yang luar biasa. Demi melindungi perempuan tersebut dari cemoohan dan rasa malu yang berkepanjangan, beliau menyatakan kepada masyarakat bahwa perempuan itu adalah istrinya dan dirinya bertanggung jawab atas kehamilan tersebut. Tindakan itu membuat Ahmad bin Mahdi harus menanggung tuduhan dan pandangan buruk yang sebenarnya bukan kesalahannya. Namun beliau rela...

Terdapat 12 amalan utama di hari Asyura (10 Muharram) yang disebutkan dalam kitab Kanzun Najah was Surur.

Gambar
Terdapat 12 amalan utama di hari Asyura (10 Muharram) yang disebutkan dalam kitab Kanzun Najah was Surur. فِى يوْمِ عَاشُوْرَاءَ عَشْرٌ تَتَّصِلْ # بِهَا اثْنَتَانِ وَلهَاَ فَضْلٌ نُقِلْ صُمْ صَلِّ صَلْ زُرْ عَالمِاً عُدْ وَاكْتَحِلْ # رَأْسُ الْيَتِيْمِ امْسَحْ تَصَدَّقْ وَاغْتَسِلْ وَسِّعْ عَلَى اْلعِيَالِ قَلِّمْ ظُفْرَا # وَسُوْرَةَ الْاِخْلاَصِ قُلْ اَلْفَا تَصِلْ 1. Berpuasa; 2. Shalat sunnah 3. Bersilaturahmi 4. Berziarah kepada para ulama 5. Menjenguk orang sakit 6. Bercelak 7. Mengusap kepala anak yatim 8. Bersedekah 9. Mandi sunnah 10. Menambah nafkah keluarga (memberikan kelonggaran belanja untuk keluarga) 11. Memotong kuku 12. Membaca surat Al-Ikhlas 1000 kali. 📚 Kanzun Najah Was-Surur, Hal:24

Pengantin yang Dimandikan Malaikat Sebelum Dikuburkan

Gambar
Pengantin yang Dimandikan Malaikat Sebelum Dikuburkan Tahukah Anda... siapakah sahabat Nabi ﷺ yang belum sempat mandi junub setelah malam pernikahannya, tetapi justru dimandikan langsung oleh para malaikat? Kisah ini begitu mengharukan. Karena ia hanya menikmati kebahagiaan sebagai pengantin selama satu malam.Keesokan harinya, ia berangkat ke medan perang. Dan pulang dalam keadaan syahid. Namanya kemudian dikenang sepanjang sejarah dengan gelar yang sangat mulia: Ghasilul Malaikah Orang yang dimandikan oleh malaikat. Siapakah dia? Dialah Hanzhalah bin Abi Amir RA.Salah seorang sahabat Rasulullah ﷺ yang kisahnya membuat hati bergetar hingga hari ini. Mari kita kembali ke Kota Madinah pada tahun ketiga hijrah. Saat itu suasana Madinah dipenuhi kebahagiaan.Hanzhalah RA baru saja menikah dengan istrinya, Jamilah binti Abdullah RA. Malam itu adalah malam pertama mereka sebagai suami istri.Malam yang seharusnya menjadi awal kehidupan rumah tangga yang panjang. Namun Allah SWT tel...

Lima Kemuliaan Bagi Orang yang Menjaga Shalat

Gambar
Lima Kemuliaan Bagi Orang yang Menjaga Shalat  قال بعضهم ورد في حديث من حافظ على الصلاة اكرمه الله بخمس خصال: يرفع عنه ضيق العيش وعذاب القبر ويعطيه الله كتابه بيمينه ويمر على الصراط كالبرق ويدخل الجنة بغير حساب. Sebagian Ulama' mengatakan: Terdapat dalam hadits, Barangsiapa menjaga shalat, niscaya Allah akan memuliakannya dengan lima perkara, yaitu: 1.  Allah akan menghilangkan kesempitan hidupnya. 2. Allah akan menghilangkan s!ksa kubur darinya. 3. Allah akan memberikan buku catatan amalnya dengan diterima dengan tangan kanan. 4. Dia akan melewati Shirath bagaikan kilat. 5. Masuk surga tanpa hisab. 📚 Irsyadul Ibad, hal:12

Jika Anak dan Istrimu Menuntutmu di Akhirat

Gambar
Pada hari itu, tidak ada rumah yang megah.Tidak ada jabatan yang dibanggakan.Tidak ada harta yang bisa menyelamatkan.Tidak ada kekuasaan yang mampu membela. Hari itu hanyalah hari perhitungan. Allah ﷻ berfirman: "Pada hari itu manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya." (QS. 'Abasa: 34–36) Namun ada satu pemandangan yang sangat menggetarkan. Seorang lelaki berdiri gemetar di Padang Mahsyar. Wajahnya pucat. Keringat bercampur air mata. Di hadapannya berdiri orang-orang yang paling ia cintai ketika hidup di dunia. Istrinya, Anak-anaknya. Mereka tidak datang untuk memeluknya. Tidak datang untuk membelanya. Mereka datang membawa tuntutan. Amanah yang Terlupakan Salah seorang anak berkata: "Ya Allah, ayahku memberiku makan, memberiku pakaian, dan mencukupi kebutuhanku. Tetapi ia tidak pernah mengajariku shalat." Anak yang lain berkata: "Ayahku mengajariku cara mencari dunia, tetapi tidak mengajariku cara mencari...

Tangisan Rasulullah ﷺ Saat Pamannya Abu Thalib Wafat

Gambar
Di antara orang-orang yang paling berjasa dalam melindungi Rasulullah ﷺ selama masa-masa awal dakwah Islam adalah pamannya sendiri, Abu Thalib bin Abdul Muththalib. Meskipun Abu Thalib tidak mengikuti agama Islam menurut pendapat yang kuat di kalangan ulama, beliau menjadi pelindung terbesar Rasulullah ﷺ di tengah ganasnya permusuhan Quraisy. Selama bertahun-tahun, Abu Thalib berdiri di antara Rasulullah ﷺ dan orang-orang yang ingin membunuh atau menyakiti beliau. Karena itu, ketika Abu Thalib wafat, Rasulullah ﷺ merasakan kesedihan yang sangat mendalam.Bukan hanya karena kehilangan seorang paman. Tetapi karena kehilangan seorang pelindung yang selama ini menjaga beliau dengan seluruh kekuatannya. Abu Thalib yang Mengasuh Rasulullah ﷺ Sejak kecil, Rasulullah ﷺ telah merasakan kehilangan..Ayah beliau wafat sebelum beliau lahir. Ibunda beliau, Aminah binti Wahb, wafat ketika beliau masih kecil. Kemudian kakeknya, Abdul Muththalib, yang sangat menyayanginya juga wafat. Sebelum...