Postingan

MAULID NABI SAW 10 KEISTIMEWAAN RASULULLAH ﷺ

Gambar
MAULID NABI SAW  10 KEISTIMEWAAN RASULULLAH ﷺ لَمْ يَحْتَلِمْ قَطُّ طٰهَ مُطْلَقًا أَبَدًا 1. "Nabi Muhammad ﷺ tidak pernah ihtilam (bermimpi basah) sepanjang hidupnya". وَمَا تَثَاءَبَ أَصْلًا فِيْ مَدَى الزَّمَنِ 2. "Dan Nabi Muhammad ﷺ tidak pernah menguap sama sekali". مِنْهُ الدَّوَابُّ فَلَمْ تَهْرَبْ 3. "Binatang-binatang tidak lari dari Nabi Muhammad ﷺ ". وَمَا وَقَعَتْ ذُبَابَةٌ أَبَدًا فِيْ جِسْمِهِ الْحَسَنِ 4. "Tak pernah seekor lalat pun hinggap di tubuh Nabi Muhammad ﷺ yang mulia". بِخَلْفِهِ كَأَمَامٍ رُؤْيَةٌ ثَبَتَتْ 5. "Nabi Muhammad ﷺ mampu melihat belakang dengan jelas sebagaimana Beliau ﷺ melihat depan". وَلَا يُرٰى أَثَرُ بَوْلٍ مِنْهُ فِيْ عَلَنٍ 6. "Dan ketika beliau berkemih (buang air) tak ada bekasnya sama sekali". وَقَلْبُهُ لَمْ يَنَمْ وَالْعَيْنُ قَدْ نَعَسَتْ 7. "Hatinya tidak pernah tertidur, walau matanya terpejam". وَلَا يُرٰى ظِلُّهُ فِيْ الشَّمْسِ ذُو فِطَنِ 8. "Dan tidak namp...

Kisah Pemuda Menjadi Wali Karena Sering Merayakan Maulid Nabi

Gambar
Kisah Pemuda Menjadi Wali Karena Sering Merayakan Maulid Nabi وَحُكِيَ أَنَّهُ كَانَ فِيْ زَمَانِ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ هَارُوْنَ الرَّشِيْدِ شَابٌّ فِي الْبَصْرَةِ مُسْرِفٌ عَلَى نَفْسِهِ وَكَانَ أَهْلُ الْبَلَدِ يَنْظُرُوْنَ إِلَيْهِ بِعَيْنِ التَّحْقِيْرِ لِأَجْلِ أَفْعَالِهِ الْخَبِيْثَةِ غَيْرَ أَنَّهُ كَانَ إِذَا قَدِمَ شَهْرُ رَبِيْعِ الْأَوَّلِ غَسَلَ ثِيَابَهُ وَتَعَطَّرَ وَتَجَمَّلَ وَعَمِلَ وَلِيْمَةً وَاسْتَقْرَأَ فِيْهَا مَوْلِدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَدَامَ عَلَى هَذَا الْحَالِ زَمَانًا طَوِيْلًا ثُمَّ لَمَّا مَاتَ سَمِعَ أَهْلُ الْبَلَدِ هَاتِفًا يَقُوْلُ اُحْضُرُوْا يَا أَهْلَ الْبَصْرَةِ وَاشْهَدُوْا جَنَازَةَ وَلِيٍّ مِنْ أَوْلِيَاءِ اللهِ فَإِنَّهُ عَزِيْزٌ عِنْدِيْ فَحَضَرَ أَهْلُ الْبَلَدِ جَنَازَتَهُ وَدَفَنُوْهُ فَرَأَوْهُ فِي الْمَنَامِ وَهُوَ يَرْفُلُ فِيْ حُلَلِ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ فَقِيْلَ لَهُ بِمَ نِلْتَ هَذِهِ الْفَضِيْلَةَ قَالَ بِتَعْظِيْمِ مَوْلِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. Diceritakan pada zaman Amirul Muk...

SAAT SEORANG AYAH DIMINTAI PERTANGGUNGJAWABAN ATAS KELUARGA NYA

Gambar
Seorang ayah bukan hanya pencari nafkah bagi keluarganya. Dalam Islam, ia juga memikul amanah kepemimpinan, perlindungan, pendidikan, dan pembinaan keluarganya. Suatu hari nanti, amanah itu akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah ﷻ. Rasulullah ﷺ bersabda:  “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Seorang laki-laki adalah pemimpin atas keluarganya dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka...” HR. Bukhari dan Muslim Ayah Bukan Hanya Ditanya tentang Harta Seorang ayah mungkin berpikir: “Aku sudah bekerja keras.” “Aku sudah memberikan rumah.” “Aku sudah memenuhi kebutuhan mereka.” Semua itu adalah tanggung jawab yang penting. Namun kepemimpinan keluarga tidak berhenti pada kebutuhan materi. Apakah keluarganya diarahkan kepada ketaatan? Apakah anak-anaknya diajarkan shalat? Apakah ia menjadi teladan dalam kejujuran? Apakah ia menjaga keluarganya dari lingkungan dan kebiasaan yang buruk? Apakah ia ...

Keutamaan Orang yang Menyiapkan Makanan Untuk Maulid Nabi

Gambar
Keutamaan Orang yang Menyiapkan Makanan Untuk Maulid Nabi   قال معروف الكرخي قدس الله سره: من ه‍يأ لأجل قراءة مولد الرسول طعاما وجمع اخوانا واوقد سراجا ولبس جديدا وتعطر وتجمل تعظيما لمولده حشره الله تعالى يوم القيامة مع الفرق الاولى من النبيين وكان في أعلى عليين. ‎ Imam Ma'ruf al-Karkhi berkata : Barang siapa menyiapkan untuk pembacaan maulid Rasul, makanan dalam pembacaan Maulid Rasul Saw, mengumpulkan saudara-saudaranya, menyalakan lampu, memakai  pakaian yang baru dan memakai wewangian serta membersihkan diri. Semua itu dilakukan semata-mata demi memuliakan hari kelahiran Rasulullah Saw, maka Allah ta'ala akan mengumpulkannya bersama kelompok para Nabi yang utama dan dia berada di puncak derajat tertinggi pada hari kiamat. Kitab: I'anatut Thalibin, juz:3 Hal:364

Keutamaan Rumah yang Dibacakan Maulid Nabi Didalamnya

Gambar
Keutamaan Rumah yang Dibacakan Maulid Nabi Didalamnya  Imam Jalaluddin as-Suyuthy dalam kitabnya al Wasa'il fi Syarhi as-Sama'il mengatakan: وَمَا مِنْ مُسلِمٍ قُرِئَ فِي بَيتِهِ مَوْلِدُ النبِي صَلَّى اللهُ علَيهِ وسلَم إِلَّا رَفَعَ اللهُ تَعَالَى الْقَحْطَ وَالْوَبَاءَ وَالْحَرْقَ وَالْآفَاتِ وَالْبَلِيَاتِ وَالنَّكِبَاتِ وَالْبُغْضَ وَالْحَسَدَ وَعَيْنَ الْسُّوْءِ وَالْلُّصُوْصَ عَنْ أَهْلِ ذَلِكَ الْبَيْتِ فَإِذَا مَاتَ هَوَّنَ اللهُ تَعَالَى عَلَيْهِ جَوَابَ مُنْكَرٍ وَنَكِيْرٍ وَيَكُوْنُ فِيْ مَقْعَدِ صِدْقٍ عَنْ مَلِيْكٍ مُقْتَدِرٍ Tidaklah seorang muslim yang di dalam rumahnya dibacakan maulid Nabi Saw kecuali Allah ta'ala akan mengangkat kekeringan, wabah, kebakaran, penyakit, balak musibah, bencana, kebencian, iri hati, pandangan bur*k, dan pencuri dari penghuni rumah tersebut. Dan apabila dia men!nggal dunia, maka Allah akan memudahkannya untuk menjawab pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir, serta dia akan berada di tempat yang mulia di sisi Allah yang Maha Kuasa...

Tentang Perayaan Maulid Nabi

Gambar
Tentang Perayaan Maulid Nabi  ثم إن عمل المولد واجتماع الناس له كذلك مستحسن، فهو بدعة حسنة.  Mengadakan perayaan Maulid Nabi dan berkumpulnya orang-orang untuk tujuan ini juga dianggap sebagai sesuatu yang baik, karena termasuk bid'ah hasanah (bid'ah yang baik). قال الإمام أبو شامة شيخ النووي: ومن أحسن ما ابتدع في زماننا ما يفعل كل عام في اليوم الموافق ليوم مولده صلى الله تعالى عليه وسلم من الصدقات والمعروف وإظهار الزينة والسرور فإن ذلك مع ما فيه من الإحسان للفقراء مشعر بمحبة النبي صلى الله عليه وسلم وتعظيمه في قلب فاعل ذلك.وشكر الله تعالى على ما من به من إيجاد رسوله صلى الله عليه وسلم الذي أرسله رحمةً للعالمين. Imam Abu Syamah, guru Imam Nawawi, berkata: Di antara hal terbaik yang diadakan pada zaman kita adalah apa yang dilakukan setiap tahun pada hari yang sesuai dengan hari kelahiran Nabi Muhammad Saw, seperti memberi sedekah, melakukan kebaikan, menampilkan hiasan dan kegembiraan. Karena hal tersebut, selain berbuat kebaikan bagi orang-orang miskin, juga menunjukkan cinta...

4 TANDA ORANG BAHAGIA

Gambar
4 TANDA ORANG BAHAGIA عَنِ النَّبِيِّ عَلَيْهِ السَّلَامُ أَنَّهُ قَالَ: «عَلَامَةُ السَّعَادَةِ أَرْبَعَةٌ مِنَ الْأُمُورِ: ذِكْرُ الذُّنُوبِ الْمَاضِيَةِ، وَنِسْيَانُ الْحَسَنَاتِ الْمَاضِيَةِ، وَنَظَرُهُ إِلَى مَنْ فَوْقَهُ فِي الدِّينِ، وَنَظَرُهُ إِلَى مَنْ دُونَهُ فِي الدُّنْيَا» (نَصَائِحُ الْعِبَادِ: الْبَابُ ٤، الْمَقَالَةُ ١٥) Dari Nabi SAW, bahwasanya beliau bersabda: 'Tanda kebahagiaan itu ada empat perkara: 1. Mengingat dosa-dosa yang telah lalu, 2. Melupakan kebaikan-kebaikan yang telah lalu, 3. Melihat kepada orang yang berada di atasnya dalam urusan agama, dan 4. Melihat kepada orang yang berada di bawahnya dalam urusan dunia. (Kitab Nashaihul 'Ibad: Bab 4, Makalah ke-15). Dalam Kitab Nashaihul 'Ibad (Bab 4, Makalah 15), Imam Nawawi Al-Bantani menjelaskan 4 Kunci Kebahagiaan Hidup: 1. Mengingat Dosa-Dosa yang Lalu Tujuannya: Menjaga kita tetap rendah hati. Dengan mengingat dosa masa lalu, kita sadar bahwa diri ini tidak sempurna, sehingga terus t...