Postingan

MENYEMBLIH "BISMILLAH" SAJA, TANPA "RAHMAN-RAHIM". BENARKAH DEMIKIAN?

Gambar
MENYEMBLIH "BISMILLAH" SAJA, TANPA "RAHMAN-RAHIM". BENARKAH DEMIKIAN? Saat menyembelih hewan, kita disunnahkan membaca "Bismillah". Terkait manakah yang lebih utama membaca lengkap dengan "Ar-Rahman Ar-Rahim" atau cukup "Bismillah" saja.  Maka dalam hal ini ada 2 pendapat: - Pendapat Madzhab Syafi'i Tetap disunnahkan membaca lengkap: "Bismillahirrahmanirrahim". Walaupun dianggap cukup hanya dengan 'Bismillah" saja. Alasannya: Penyembelihan itu justru dianggap sebagai bentuk kasih sayang Allah Swt. فَفِي الذَّبْحِ رَحْمَةٌ لِلْآكِلِينَ، وَرَحْمَةٌ لِلْحَيَوَانِ، لِمَا فِيهِ مِنْ سُهُولَةِ خُرُوجِ رُوحِهِ Rahmat untuk manusia karena hewan tersebut menjadi halal untuk dimakan. Dan rahmat untuk hewan karena dengan menyebut sifat-sifatnya Allah justru memudahkan keluarnya ruh, sehingga hewan tidak merasa tersakiti. - Pendapat Madzhab Maliki Cukup membaca "Bismillah" saja, tidak perlu menambah "Ar-Rahman ...

AMALAN MUJARAB MEMBACA YASIN 4 KALI UNTUK SEMUA HAJAT.

Gambar
AMALAN MUJARAB  MEMBACA YASIN 4 KALI UNTUK SEMUA HAJAT.  FAIDAH: Al- Hubaisyi dalam kitab al-Barakah mengatakan: Barangsiapa yang membaca surat Yasin 4 kali, dengan tidak dipisah/diselingi pembicaraan apapun dan dibaca di tempat yang suci, bersih dan sepi. Kemudian membaca doa berikut ini 3 kali: سُبْحَانَ المُنَفسِ عَن كُل مدْيُوْن ، سُبحَان الْمفرًِج عَنْ كل مَحْزوْن ، سُبحَان مَن اَمْرُه بَين الكافِ والنًُون ،سَبحَانَ مَن إذَا أرَاد شَيئا ان يقولَ له كُن فيَكون ، يَا مفَرجَ الهموم ، يَاحي ياقيوم ، صَل على سيدنا محمد وآله ، وافعل لي كذا وكذا. (sebutkan hajat-hajatnya) SUBHANAL MUNAFFISI 'AN KULLI MADYUN, SUBHANAL MUFARRIJI 'AN KULLI MAHZUN, SUBHANA MAN AMRUHU BAINAL KAAFI WAN- NUN, SUBHANA MAN IDZA ARADA SYAIAN AN YAQULA LAHU KUN FAYAKUN, YA MUFARRIJAL HUMUMI, YA HAYYU YA QOYYUMU, SHOLLI 'ALA SAYYIDINA MUHAMMADIN WA ALIHI. WAF'AL LI ... ( sebutkan hajat-hajatnya) AMALAN MUJARAB  MEMBACA YASIN 4 KALI UNTUK SEMUA HAJAT  ---------- FAIDAH: Al- Hubaisyi dalam kitab al-...

Amaliyah terhindar dari tenggelam, kebakaran, pencurian dan dari gangguan setan, penguasa, ular dan kalajenking.

Gambar
Amaliyah terhindar dari tenggelam, kebakaran, pencurian dan dari gangguan setan, penguasa, ular dan kalajenking. Diriwayatkan dari sahabat Ibnu 'Abbas ra, beliau berkata: Nabi Khidir Dan Nabi Ilyas bertemu setiap tahun pada musim haji dan mereka berdua berpisah dengan membaca beberapa kalimat  بِسْمِ اللهِ مَا شَاءَ اللهُ لَا يَسُوقُ الخَيرَ إلا الله  ما شاء الله لا يَصْرِفُ السًُوءَ إلا الله  مَا شاء الله ما كانَ مِنْ نعْمَةٍ فَمِنَ الله  مَا شَاء الله ولا حولَ ولا قوة الا بالله  Ibnu Abbas berkata: Barangsiapa yang membaca kalimat-kalimat tersebut saat pagi dan sore sebanyak tiga kali, maka Allah menyelamatkan dia dari tenggelam, kebakaran, pencurian dan dari gangguan setan, penguasa, ular dan kalajenking. Kitab: Tanwirul Qulub, Hal:484

7 Kemuliaan Menghadiri Majelis Ilmu Meskipun Tidak Faham

Gambar
7 Kemuliaan Menghadiri Majelis Ilmu Meskipun Tidak Faham  ‏‏‎ Dikatakan, seseorang yang telah sampai pada orang 'alim dan duduk bersamanya, tetapi ia tak mampu menghafalkan ilmu, maka ia akan mendapatkan tujuh kemuliaan: 1. Memperoleh keutamaan para penuntut ilmu. 2. Selama ia masih duduk disamping orang 'alim tersebut, maka ia akan tercegah dari melakukan dosa-dosa dan kesalahan. 3. Ketika ia keluar dari rumahnya, maka rahmat turun kepadanya. 4. Ketika ia duduk di samping orang 'alim, maka rahmat turun kepada mereka, maka ia pun mendapatkan rahmat sebab barakah mereka. 5. Selama ia masih mendengarkan ilmu, maka ditulis kebaikan untuknya. 6. Para malaikat meliputi mereka dengan sayap-sayapnya, sedangkan ia bersama mereka. 7. Setiap telapak kaki yang ia angkat dan ia letakkan menjadi penghapus bagi dosa-dosanya, pengangkat derajatnya dan tambahan kebaikan baginya. Kemudian Allah memuliakannya lagi dengan enam kemuliaan yang lain, yaitu: 1. Allah memuliakannya sebab cinta men...

KEUTAMAAN MEMBACA SHOLAWAT DI HARI JUM'AT

Gambar
KEUTAMAAN MEMBACA SHOLAWAT DI HARI JUM'AT.  Diriwayatkan dari Anas ra. Rasulullah Saw bersabda : Barang siapa yang bershalawat kepadaku di hari jum'at 100 kali, maka Allah akan mengabulkan baginya 100 hajat, yang 70 dari hajat-hajat akherat, dan 30 dari hajat-hajat duniawi. Dan Allah menyerahkan shalawat tersebut kepada Malaikat hingga menghaturkannya ke kuburanku seperti hidayah yang masuk kepadamu, dan Malaikat memberi tahu namanya (yang membaca sholawat tersebut), Kemudian menetapkannya di sampingku di dalam lembaran yang putih, Dan dengan sholawatnya aku mencukupinya besok di hari kiamat. 📚 An-Nawadir

PENYEBAB SU'UL KHOTIMAH

Gambar
PENYEBAB SU'UL KHOTIMAH  واعلم: أنه كثيرا ما يختم بالسوء للذين يتهاونون بالصلاة المفروضة والزكاة الواجبة والذين يتتبعون عورات المسلمين والذين ينقصون المكيال والميزان والذين يخدعون المسلمين ويغشونهم ويلبسون عليهم في أمور الدين والدنيا والذين يكذبون أولياء الله وينكرون عليهم بغير حق والذين يدعون أحوال الأولياء ومقاماتهم من غير صدق وأشباه لك من الأمور الشنيعة Ketahuilah bahwa kebanyakan su’ul khatimah adalah bagi: 1. Orang-orang yang meremehkan shalat fardhu dan kewajiban zakat. 2. Orang yang mencari-cari aib orang muslim. 3. Orang yang mengurangi takaran dan timbangan. 4. Orang-orang yang men!pu orang muslim dan menutupi serta memasang perangkap pen!puan atas mereka dalam masalah agama dan dunia. 5.Orang yang menganggap dusta pada kekasih-kekasih Allah dan mengingkarinya tanpa haq. 6. Orang yang mengaku dirinya berada pada derajat kewalian (kekasih Allah) tanpa adanya pembenaran, dan melakukan hal buruk lainnya. ومن أخوف ما يخاف منه على صاحبه سوء الخاتمة البدعة في الدين وكذلك اضمار ا...

Memotong Kuku Pada Hari Kamis Sore Setelah Ashar

Gambar
Memotong Kuku Pada Hari Kamis Sore Setelah Ashar  Dalam Musnad Al-Firdaus, Imam Ad-Dailami mengeluarkan sebuah hadits marfu’ yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra. من أَراد أن يأْمن الفقر وشكاية العمى والبرص والجنون فليقلم أظفارها يوم الخميس بعد العصر. Artinya:  “Barang siapa yang ingin selamat dari kemiskinan dan keluhan kebutaan, penyak!t kusta dan g!la, hendaknya ia memotong kuku-kukunya di hari kamis setelah ashar”.  📚 I’anatut Tholibin, Juz:2, Hal: 85