Postingan

4 TANDA ORANG BAHAGIA

Gambar
4 TANDA ORANG BAHAGIA عَنِ النَّبِيِّ عَلَيْهِ السَّلَامُ أَنَّهُ قَالَ: «عَلَامَةُ السَّعَادَةِ أَرْبَعَةٌ مِنَ الْأُمُورِ: ذِكْرُ الذُّنُوبِ الْمَاضِيَةِ، وَنِسْيَانُ الْحَسَنَاتِ الْمَاضِيَةِ، وَنَظَرُهُ إِلَى مَنْ فَوْقَهُ فِي الدِّينِ، وَنَظَرُهُ إِلَى مَنْ دُونَهُ فِي الدُّنْيَا» (نَصَائِحُ الْعِبَادِ: الْبَابُ ٤، الْمَقَالَةُ ١٥) Dari Nabi SAW, bahwasanya beliau bersabda: 'Tanda kebahagiaan itu ada empat perkara: 1. Mengingat dosa-dosa yang telah lalu, 2. Melupakan kebaikan-kebaikan yang telah lalu, 3. Melihat kepada orang yang berada di atasnya dalam urusan agama, dan 4. Melihat kepada orang yang berada di bawahnya dalam urusan dunia. (Kitab Nashaihul 'Ibad: Bab 4, Makalah ke-15). Dalam Kitab Nashaihul 'Ibad (Bab 4, Makalah 15), Imam Nawawi Al-Bantani menjelaskan 4 Kunci Kebahagiaan Hidup: 1. Mengingat Dosa-Dosa yang Lalu Tujuannya: Menjaga kita tetap rendah hati. Dengan mengingat dosa masa lalu, kita sadar bahwa diri ini tidak sempurna, sehingga terus t...

PARA WALI MENYANDANG BALA PADA ARBA MUSTAMIR

Gambar
Menurut Guru Zuhdi dan beberapa Guru lain yang pernah aku dengar, pada rabu terakhir bulan safar itu Allah tumpahkan 360.000 bala (320K dlm kitab Kanzun Najah) untuk stok 1 tahun kedepan. hanya saja, bukan diturunkan kepada masyarakat umum.. itu disaring dulu oleh para Wali Allah sebelum bala itu turun ke muka bumi. Jadi gini...  Pertama bala itu diturunkan kepada Rasulullah, kemudian diserahkan kepada Nabi Khidir sebagai pembimbing para wali, kemudian Nabi Khidir menyerahkan kepada wali Ghauts untuk disandang seberapa yang kuat, sisanya diserahkan kepada para wali Aqtab, kemudian sisa nya dibagikan lagi kepada para wali Qutub...  info sedikit, wali Qutub itu ada banyak, bukan cuma satu. diatas para Qutub ada Aqtab, pimpinan para Qutub. dan Aqtab ini isinya 3 orang, gelarnya dua Imam + satu Ghauts. dan Ghauts inilah pimpinan seluruh wali yang jumlahnya hanya satu. dan Ghauts ini juga yg biasanya punya gelar lain seperti Qutbul Aqtab, Qutbuz Zaman, Qutbul Akwan, Qut...

ULAMA WAHABI KIRIM TAHLIL PADA ORANG MATI

Gambar
ULAMA WAHABI KIRIM TAHLIL PADA ORANG MATI  Kena Mental Pakai Kitab Panutan Sendiri! ​Tak perlu repot-repot debat berbusa untuk membungkam kaum yang hobi teriak "Bid'ah!  Sesat! Syirik! Neraka!" Setiap kali melihat warga berkumpul kirim doa. Cukup sodorkan kitab karya ulama yang paling mereka dewakan sendiri: Syaikhul Islam Ibn Taimiyah. ​Senjata Makan Tuan: Ibnu Taimiyah—tokoh yang selalu dijadikan rujukan utama kelompok Salafi-Wahabi—justru mencatat keutamaan membaca tahlil dan menghadiahkan pahalanya kepada orang mati (Majmu’ Fatawa Juz 24 hlm 323). ​Logika yang Terbalik: Mereka sibuk kebakaran jenggot dan menuduh tahlilan sebagai "modifikasi ibadah wajib", padahal isi tahlilan murni amalan syariat: zikir La ilaha illallah, shalawat, doa, sedekah, dan silaturahmi. ​Panik Tanpa Argumen: Ketika disodori fakta literatur dari ulama panutannya sendiri, reaksi yang tersisa hanyalah amarah, rasa iri, dan teriakan vonis sesat tanpa dasar. ​"Katanya paling paham d...

KISAH DETIK-DETIK TUBUH NABI MUHAMMAD HENDAK DICAMBUK SAHABATNYA SENDIRI

Gambar
Dikisahkan, Dahulu Suasana Masjid Nabawi mendadak hening di pagi hari. Dimana saat itu Rasulullah berdiri di depan mimbar dengan tubuh yang amat lemah menahan sakit berat menjelang wafatnya.  Wajah suci beliau tampak pucat namun tetap menatap satu per satu wajah para sahabat dengan mata berkaca-kaca. Dengan suara bergetar yang menyayat hati, beliau bersabda,  "Wahai sahabat-sahabatku, ajalku sudah dekat. Jika ada di antara kalian yang pernah aku zalimi, wajahnya pernah kupukul, atau hartanya pernah kuambil, berdirilah hari ini! Tuntutlah aku, ambillah qisas dariku sekarang. Jangan biarkan aku menghadap Allah dengan membawa dosa kepada manusia." Mendengar perkataan itu, semua sahabat menunduk dan air mata mereka mulai menetes deras karena tidak sanggup membayangkan manusia paling mulia meminta untuk dihukum.  Namun, di tengah isak tangis yang memenuhi masjid, tiba-tiba seorang pria tua bernama Ukasyah bin Mihshan berdiri dari barisan belakang dan melangkah maju memecah keh...

Makan Garam dan makan 7 Butir Kurma Ajwah Setiap Hari

Gambar
 Makan Garam dan makan 7 Butir Kurma Ajwah Setiap Hari  Sayyidina Ali bin Abi Thalib berkata: من ابتدأ غذاءه بالملح وختم به اذهب الله عنه سبعين نوعا من البلاء Barangsiapa yang memulai makannya dengan garam dan mengakhirinya dengan garam, maka Allah akan menghilangkan darinya 70 macam bala'  من اكل في كل يوم سبع تمرات عجوة قتلت كل دودة في جوفه Barangsiapa yang makan tujuh butir kurma ajwah setiap hari, maka itu akan membun*h semua cacing dalam perutnya. ومن أكل كل يوم إحدى وعشرين زبيبة حمراء لم ير في جسده شيئا مما يكرهه الا مرض الموت Barangsiapa yang makan dua puluh satu butir kismis merah setiap hari, maka ia tidak akan melihat sesuatu pun di tubuhnya yang tidak ia sukai kecuali penyak!t kemat!an. 📚 Bustanul Arifin, hal:128

IMAM HADATS, TIDAK BILANG-BILANGa

Gambar
IMAM HADATS, TIDAK BILANG-BILANG a. Deskripsi Masalah Di suatu masjid terdapat sekelompok orang sedang melaksanakan salat berjemaah. Pada saat berdiri untuk rakaat ketiga, imamnya hadats, namun tetap melanjutkan salatnya. Setelah selesai salat, imam tidak memberitahukan kepada para jemaah jika ia hadats.  b. Pertanyaan 1. Bagaimana hukum salatnya makmum? 2. Jika sah, apakah tetap mendapat keutamaan berjemaah? c. Jawaban 1. Salatnya sah. 2. Tetap mendapat keutamaan berjemaah. Sedangkan imam tersebut menanggung dosa. وَثانِيهَا مَنْ لَا تَصِحُ إِمَامَتُهُ مَعَ العِلْمِ بِحَالِهِ وَهُوَ الْمُحْدِثُ (قَوْلُهُ مَعَ العِلْمِ بحاله) اى الجَمَاعَةِ لِأَنَّهُ اِئتَمَّ بإِمَامٍ   يَظُنُّهُ مُتَطَهِّرًا بِخِلَافِهِ مَعَ الْجَهْلِ بِحَالِهِ فَإِنَّ القُدْوَةَ بِهِ تَصِحُ كَمَا يَأْتِي إِلَى أَنْ قَالَ وَيَحْصُلُ لَهُ ثَوَابُ الْجَمَاعَةِ لِأَنَّهُ اِئتَم بِإِمَامٍ يَظُنُّهُ مُتَطَهِّرًا إهـ (حاشية الشرقاوي جـ١صـ٢٤٥)

Jaga 5 hal Perkara Ini, Agar Pekerjaanmu Berkah

Gambar
Jaga 5 hal Perkara Ini, Agar Pekerjaanmu Berkah  قال الفقيه رحمه الله : من أراد أن يكون كسبه طيبا، فعليه أن يحفظ خمسة أشياء Al Faqih rahimahullahu berkata : "Barang siapa yang berharap pekerjaannya baik (berkah), maka hendaknya ia menjaga lima perkara : أولها : أن لا يؤخر شيئا من فرائض الله تعالى لأجل الكسب، ولا يدخل النقص فيها 1. Tidak boleh mengakhirkan kewajiban-kewajiban dari Allah (seperti shalat, zakat dll) karena lebih mementingkan pekerjaan dan tidak boleh mengurangi kewajiban-kewajiban tersebut.  والثاني : أن لا يؤذي أحدا من خلق الله تعالى لأجل الكسب 2. Jangan menyak!ti orang lain karena pekerjaan. والثالث : أن يقصد بكسبه استعفافا لنفسه، وعياله، ولا يقصدبه الجمع والكثرة 3- Bertujuan menjaga diri dan keluarganya dari meminta-minta, tidak bertujuan untuk mengumpulkan dan memperbanyak harta. والرابع : أن لا يجهد نفسه في الكسب جدا 4. Jangan terlalu memforsir diri (memaksakan diri) dalam pekerjaan. والخامس: أن لا يرى رزقه من الكسب، ويرى الرزق من الله تعالى وال...