TENTANG MASALAH BARIS KETIKA MENGUCAP SHOLAWAT SETELAH SELESAI SHOLAT
Ada marbot masjid bertanya :
ujarnya: "Guru, waktu kita basalaman selesai sembayangan to kan bashalawatan, nah yang benarnya Rasulillah kah (dengan kasrah) ataukah RasulUllah (dengan dhummah), soalnya disini saya sebagai marbot harus punya dasar/dalil bila membarisi dummah atau kasrah, kata orang disini ada yang dummah ada yang kasrah" ..
Ujarku: "Di barisi Kasrah kah, dummah kah bahkan fathah pun benar semuanya, tidak ada yang salah,
A. kalau dibarisi kasrah RASULILLAH, jelas i'robnya jadi badal atau shifat bagi kata " SHOLLI 'ALA MUHAMMAD" (lafaznya jelas majrur karena dimasuki huruf jar)
B. kalau dibarisi Dhummah RASULULLAH, ini jadi Khabar dan ini perlu ada pentakdiran kalimat didalamnya. yaitu mubtada mahzuf takdirnya Huwa.
Dan membaca dengan dummah (rofa') ini lebih utama lebih unggul lebih afdhol,
Alasannya silahkan liat difoto ini, ambilannya dari kitab nuruz zolam syarah aqidatul awam karya Syekh Nawawi Banten
C. kalau dibari fathah RASULALLAH. ini juga boleh menjadi maf'ul fi'il mahzuf sebagaimana difoto yg saya share ini.
KESIMPULAN:
Lebih bagus dengan dhummah "ALLAHUMMA SHOLLI 'ALA MUHAMMAD RASULULLAH"
Komentar
Posting Komentar