Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2025

ILUSI HARTA HARAM

Gambar
.ILUSI HARTA HARAM Suatu ketika, Al-Ashma'i melihat seorang gadis membawa keranjang berisi buah delima di atas kepalanya. Lalu seorang lelaki menyelinap mendekatinya dan mencuri satu buah delima dari keranjang itu tanpa ia sadari. Al-Ashma'i mengikuti lelaki itu hingga melihatnya melewati seorang miskin, lalu ia memberikan delima itu kepadanya. Maka Al-Ashma'i mendatangi lelaki tersebut dan berkata: “Aku heran denganmu, engkau mencuri delima itu, aku kira engkau lapar. Tetapi engkau mencurinya untuk disedekahkan kepada orang miskin? Ini sungguh aneh!” Lelaki itu menjawab: “Tidak wahai saudaraku, demi Allah aku sedang berdagang dengan Tuhanku.” Al-Ashma'i bertanya dengan nada mengingkari: “Bagaimana engkau berdagang dengan Tuhanmu seperti itu?” Lelaki itu menjawab: “Aku mencurinya dari gadis itu, maka dicatat bagiku satu dosa. Lalu aku bersedekah kepada orang miskin itu, maka dicatat bagiku sepuluh kebaikan. Jadi, aku masih memiliki sembilan kebaikan di sisi ...

PENCURI YANG HALAL

Gambar
PENCURI YANG HALAL..!!  Dikisahkan suatu ketika di zaman Nabi Muhammad SAW ada seorang pencuri yang hendak bertaubat. Dia duduk di majelis Nabi Muhammad SAW bersama para sahabat di Masjid Nabawi. Suatu ketika dia menangkap perkataan Nabi SAW : “Barangsiapa meninggalkan sesuatu yang haram karena Allah, maka suatu ketika dia akan memperoleh yang haram itu dalam keadaan halal”. Pencuri ini tidak memahami maksudnya, apalagi ketika para sahabat mendiskusikan hal tersebut setelah majelis selesai dengan tingkat keimanan dan pemahaman yang jauh diatas si pencuri. Di lain hari,malam semakin larut,si pencuri merasakan perutnya teramat lapar, sudah beberapa waktu tidak mencuri karena ia sudah ingin bertaubat, untuk sekedar melupakan rasa lapar maka malam itu ia berniat keluar hingga di suatu jalan dia mendapati satu rumah yang pintunya agak terbuka. Saat itu, timbullah peperangan dalam hatinya untuk mencuri atau tidak.  Tiba-tiba seperti muncul bisikan : “Jika kamu tidak mencuri mungkin ...

Dihakimi sebagai ahli maksiat

Gambar
Dihakimi sebagai ahli maksiat Malam itu, Istanbul basah oleh hujan yang jatuh seperti doa-doa yang tercecer. Sultan Murad IV berjalan dengan pakaian rakyat biasa, hanya satu pengawal setia mengikuti dari kejauhan. Udara dingin, tapi hati seorang pemimpin jauh lebih dingin ketika ia mendengar bisikan keluhan rakyatnya. Di tengah lorong yang sempit dan gelap... Sultan melihat seorang lelaki tergeletak di tanah berbatu. Tidak ada cahaya. Tidak ada manusia yang menoleh. Hanya rintik hujan yang jatuh di wajah lelaki itu, seolah dunia pun enggan menyentuhnya. Sultan Murad segera berlari, lututnya menghantam tanah yang basah. la menggenggam tubuh lelaki itu, mengguncangnya perlahan. "Saudaraku... bangun. Pulanglah... malam terlalu dingin untukmu tidur di sini." Tidak ada respons. Hanya kesunyian yang menjawab. Sultan memeriksa nadinya, dan saat itulah ia sadar... lelaki itu telah kembali kepada Tuhannya. Sendirian, tanpa tangan yang meraih, tanpa suara yang memanggil nam...