PENCURI YANG HALAL

PENCURI YANG HALAL..!! 

Dikisahkan suatu ketika di zaman Nabi Muhammad SAW ada seorang pencuri yang hendak bertaubat. Dia duduk di majelis Nabi Muhammad SAW bersama para sahabat di Masjid Nabawi.

Suatu ketika dia menangkap perkataan Nabi SAW : “Barangsiapa meninggalkan sesuatu yang haram karena Allah, maka suatu ketika dia akan memperoleh yang haram itu dalam keadaan halal”.

Pencuri ini tidak memahami maksudnya, apalagi ketika para sahabat mendiskusikan hal tersebut setelah majelis selesai dengan tingkat keimanan dan pemahaman yang jauh diatas si pencuri.

Di lain hari,malam semakin larut,si pencuri merasakan perutnya teramat lapar, sudah beberapa waktu tidak mencuri karena ia sudah ingin bertaubat, untuk sekedar melupakan rasa lapar maka malam itu ia berniat keluar hingga di suatu jalan dia mendapati satu rumah yang pintunya agak terbuka.

Saat itu, timbullah peperangan dalam hatinya untuk mencuri atau tidak. 

Tiba-tiba seperti muncul bisikan : “Jika kamu tidak mencuri mungkin akan ada pencuri lainnya yang belum tentu seperti kamu”.

Dia pun berfikir keras, sesaat kemudian maka diputuskan bahwa dia hendak mengingatkan pemiliknya di dalam agar mengunci pintu rumahnya, karena sudah lewat tengah malam.

Dia hendak memberi salam namun timbul kembali suara tadi : “Hei pemuda! bagaimana kalau ternyata di dalam ada pencuri, bila engkau mengucap salam … akan kagetlah dia, kemudian pencuri itu bersembunyi, alangkah baiknya jika engkau masuk diam-diam dan memergoki dia kemudian menangkapnya??!”

Ah.. benar juga, pikirnya.

Maka masuklah ia dengan tanpa suara… Ruangan rumah tersebut agak luas, di lihat sekelilingnya ada satu meja yang penuh makanan, timbul keinginannya untuk mencuri lagi namun ia segera sadar, “Tidak, aku tidak boleh mencuri lagi"!! 
Dia menang, tapi setan tidak menyerah begitu saja! Ketika ia ingin memberi tahu pemilik rumah, terdengar suara dengkuran halus dari salah satu ruangan. Kakinya melangkah mendekati suara  itu. Di hadapannya seorang perempuan muda nan cantik sedang pulas dengan selimut yang agak tersingkap, kini perasaannya berkecamuk hebat,nafsunya mulai memburu hingga tanpa dia sadari ia sudah duduk mematung disamping perempuan  itu. “Tidak, aku tidak boleh melakukan ini aku ingin bertaubat dan tidak mau menambah dosa, tidak, saya tidak boleh melakukannya!!”. Segera ia memutar badannya untuk pergi. 
Dengan tergesa-gesa ia keluar rumah wanita tersebut. Ketika tiba di pintu keluar ia mengetuk keras dan mengucap salam yang terdengar serak menakutkan.

Semakin khawatir ia akan suaranya yang berubah. Setelah itu tanpa memastikan pemiliknya mendengar atau tidak dia menuju Masjid dengan perasaan galau namun lega. 

Sesampai di Masjid, ia melihat Nabi saw sedang shalat. Di sudut Masjid ada seorang yang membaca Alquran, Di sudut lain terdapat para sahabat dan kaum shuffah masih tidur.

Si pencuri teringat lagi akan pengalaman yang baru dia alami dan bersyukur atas pertolongan Allah yang menguatkan hatinya, lalu ia duduk dekat pintu, bersebelahan dengan orang yang sedang membaca Alquran.

Di tengah perasaannya yang masih kacau, ia mendengar dengan  jelas bait-bait ayat suci.

“Dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) akan berkumpul menghadap ke hadirat Allah, lalu berkatalah orang-orang yang lemah kepada orang-orang yang sombong: ‘Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan dari pada kami azab Allah (walaupun) sedikit saja Mereka menjawab: ‘Seandainya Allah memberi petunjuk kepada kami, niscaya kami dapat memberi petunjuk kepadamu. Sama saja bagi kita apakah kita mengeluh ataukah bersabar. Sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri”. (QS. 14:21)

“Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih. (QS. 14:22)

Bergetarlah hatinya mendengar firman Allah yang didengarnya, “Engkau berbicara kepadaku ya Allah?”.  

Serasa lapang hatinya, semakin asyik dia mendengarkan bacaan suci itu, maka lupalah ia akan laparnya...
Sampai ia pun hampir tertidur karena si pembaca Al Qur'an itu telah menghentikan bacaannya karena juga mulai mengantuk, hingga tiba-tiba ia tersentak karena  terdengar ucapan salam dari pintu masjid.

Terlihat olehnya seorang pria paruh baya bersama seseorang wanita, mereka  langsung masuk menuju tempat Nabi Muhammad SAW sedang duduk berdzikir.

Hatinya semakin kacau kala melihat dengan sangat jelas bahwa wanita itu adalah wajah wanita pemilik rumah yang telah di masuknya tadi!!! 

Si pencuri gelisah. “Apakah tadi ketika ia berada di ruangan itu, sang wanita pura-pura tidur dan melihat wajahnya? Ataukah ada orang yang diam-diam melihatnya? mungkin laki-laki tua yang bersamanya adalah orang yang diam-diam memergokinya ketika ia masuk rumah tadi? Ahh … celaka, celakalah aku ini!! ,”.Tubuhnya gemetar. Ia tidak mampu menggerakkan anggota tubuhnya untuk bersembunyi atau pergi. 

Si pencuri ini mendengarkan dengan serius pembicaraan  si tamu  dengan Nabi SAW.dia semakin panik!!! 

Dan jantungnya berasa berhenti ketika terdengar suara Nabi Muhammad SAW: “Hai Fulan, kemarilah !”

Dengan kekuatan yang masih tersisa, Ia maju mendekati Rasulullah sambil berusaha menyembunyikan ketakutannya.

Ia masih mendengar perempuan itu berbicara kepada Nabi Muhammad SAW. : “…benar ya Rasulullah, saya sangat takut pada saat itu. Saya bermimpi rumah saya kemasukan orang yang hendak mencuri. Dia mendekati saya dan hendak memperkosa saya. Ketika saya berontak, ternyata itu hanya mimpi. Namun ketika saya melihat sekeliling ternyata pintu rumah saya terbuka sebagaimana mimpi saya dan ada suara menyeramkan yang membuat saya takut. Maka segera saya menuju rumah paman saya ini untuk meminta dicarikan suami buat saya, agar kejadian yang di mimpi saya tidak terjadi bila saya ada suami yang melindungi. Sehingga beliau mengajak saya menemui engkau disini agar memilihkan calon suami untuk saya”.

Nabi SAW memandang kepada si pemuda itu, lalu berkata : “Hai Fulan, karena tidak ada pria yang bangun kecuali engkau saat ini maka aku tawarkan padamu, maukah engkau menjadi suaminya?”

Si pemuda ini pun terkejut bukan main. Dengan cepat, ia mengangguk.

Setelah shalat shubuh, Nabi SAW mengumumkan hal ini dan meminta para shahabat mengumpulkan dana untuk mengadakan pernikahan dan pembayaran mas kawin si pemuda ini.

Setelah pernikahannya, tahulah ia akan arti perkataan Nabi Muhammad yang lalu: “Barangsiapa meninggalkan sesuatu yang haram karena Allah, maka suatu ketika dia akan memperoleh yang haram itu dalam keadaan halal”.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CARA MENULIS DI KAIN KAFAN MAYIT

CARA KIRIM PAHALA BACAAN AL-QURAN UNTUK SI MAYIT

Dihakimi sebagai ahli maksiat