Bentuk keadaan maqam para sahabat Nabi (sekarang) jangan di samakan dengan bentuk maqam Abah guru sekumpul. . kata wahhhabi salafi (sambil menunjukkan gambar pekuburan para sahabat) : lihatlah makam para manusia yang sangat mulia,makam para sahabat Nabi,gak ada toh di hiasi dengan kembang dan acesoris kuburan,lalu kalian ikut siapa ? kata mereka saya jawab: memperlakukan kuburan/makam itu tergantung siapa yang hidup di atas kuburnya,BUKAN tergantung siapa yang dalam kuburnya,emangnya para sahabat yang dalam kubur itu bisa bangun sendiri membikin kuburnya jadi rata seperti keada'an sekarang di baqi,ma'la dan syubaikah itu ? kan yang membikin makam para sahabat seperti sekarang ini adalah yang hidup di atasnya yaitu pemerintah saudi yg berfaham wahhhabi salafi, dulu kan sebelum wahhhabi menguasai arab,pemakaman para sahabat juga sama seperti pemakaman sekumpul lho,cari aja di gogel tentang makam - makam sahabat Nabi sebelum ada wahhhabi dan sesudah ada wahhhabi, kesimpulannya: ka...
Dihakimi sebagai ahli maksiat Malam itu, Istanbul basah oleh hujan yang jatuh seperti doa-doa yang tercecer. Sultan Murad IV berjalan dengan pakaian rakyat biasa, hanya satu pengawal setia mengikuti dari kejauhan. Udara dingin, tapi hati seorang pemimpin jauh lebih dingin ketika ia mendengar bisikan keluhan rakyatnya. Di tengah lorong yang sempit dan gelap... Sultan melihat seorang lelaki tergeletak di tanah berbatu. Tidak ada cahaya. Tidak ada manusia yang menoleh. Hanya rintik hujan yang jatuh di wajah lelaki itu, seolah dunia pun enggan menyentuhnya. Sultan Murad segera berlari, lututnya menghantam tanah yang basah. la menggenggam tubuh lelaki itu, mengguncangnya perlahan. "Saudaraku... bangun. Pulanglah... malam terlalu dingin untukmu tidur di sini." Tidak ada respons. Hanya kesunyian yang menjawab. Sultan memeriksa nadinya, dan saat itulah ia sadar... lelaki itu telah kembali kepada Tuhannya. Sendirian, tanpa tangan yang meraih, tanpa suara yang memanggil nam...
CARA MENULIS DI KAIN KAFAN MAYIT Sebagian ulama menerangkan, kalimat² ini apabila ditulis di kain kafan mayit, maka si mayyit akan diberikan keselamatan: - لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ واللهُ أكْبَر - لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ - لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِالله العَلِيِّ العَظِيمِ Cara menulis: 1. Dilarang dgn menggunakan tinta, krn dapat menyebabkan kalimah thayyibah itu terkena najis. 2. Menulisnya dgn air bersih. Sbb tulisannya tidak kelihatan, hanya sebagai tabarrukan saja. Dan para guru menganjurkan dgn air zamzam. Sumber: Kitab Ianah Thalibin juz 2 hal 115.
Komentar
Posting Komentar