AZAB BAGI PELAKU GHIBAH DAN NAMIMAH, KETIKA LISAN YANG TIDAK DIJAGA MENJADI SEBAB SIKSA YANG MENGERIKAN

Banyak orang menganggap dosa lisan sebagai sesuatu yang ringan.
Tidak mencuri,tidak membunuh,hanya berbicara. Padahal, ucapan yang keluar dari mulut bisa menjadi sebab kebinasaan seseorang di akhirat.

Di antara dosa lisan yang paling sering dilakukan adalah ghibah dan namimah.
Bahkan terkadang dilakukan sambil tertawa.tanpa rasa bersalah.
Tanpa menyadari bahwa Allah mendengarnya.Na'udzubillahi min dzalik.
Apa Itu Ghibah?
Rasulullah ﷺ bersabda: Tahukah kalian apakah ghibah itu.
Para sahabat menjawab: Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.
Beliau ﷺ bersabda: Engkau menyebut tentang saudaramu sesuatu yang tidak disukainya.Lalu ada yang bertanya: Bagaimana jika apa yang aku katakan itu memang ada pada dirinya?"
Beliau ﷺ menjawab: Jika apa yang engkau katakan itu benar ada padanya, maka engkau telah mengghibahinya. Namun jika tidak ada padanya, maka engkau telah memfitnahnya. (HR. Muslim no. 2589)

Artinya...Meskipun apa yang kita katakan itu benar, jika orang tersebut tidak suka hal itu dibicarakan di belakangnya, maka itu termasuk ghibah.
Jika ternyata tidak benar, dosanya lebih besar lagi, yaitu fitnah.
Apa Itu Namimah?
Namimah adalah adu domba Yaitu menyampaikan perkataan seseorang kepada orang lain dengan tujuan merusak hubungan di antara mereka.
Contohnya: Tahukah kamu? Si fulan tadi berkata begini tentangmu..."
Akibatnya: Persahabatan hancur,Rumah tangga retak, Saudara saling membenci, Masyarakat terpecah. Rasulullah ﷺ bersabda: Tidak akan masuk surga pelaku namimah."
(HR. Bukhari no. 6056 dan Muslim no. 105)

Para ulama menjelaskan bahwa ancaman ini menunjukkan betapa besarnya dosa namimah jika tidak disertai taubat. 
Suatu hari Rasulullah ﷺ melewati dua kuburan. Beliau ﷺ bersabda: Sesungguhnya kedua penghuni kubur ini sedang disiksa. Keduanya tidak disiksa karena perkara yang dianggap besar menurut manusia. Yang satu tidak menjaga diri dari air kencingnya, sedangkan yang lainnya berjalan ke sana kemari melakukan namimah. (HR. Bukhari no. 218 dan Muslim no. 292) Perhatikan...Mereka sudah meninggal, tubuh telah dikuburkan, Keluarga telah pulang,Namun azab tetap berlangsung.
Salah satu penyebabnya adalah dosa lisan.
Ghibah Diibaratkan Memakan BangkaiSaudara Sendiri. Allah berfirman: Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebagian kamu mengghibahi sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Hujurat: 12)
Bayangkan...Allah menggambarkan ghibah seperti seseorang memakan daging bangkai saudaranya sendiri.
Betapa menjijikkannya perumpamaan tersebut.

Namun banyak manusia melakukannya setiap hari tanpa merasa bersalah.
Di antaranya:
• Membicarakan kekurangan fisik seseorang.
• Menertawakan bentuk tubuhnya.
• Membahas aib rumah tangganya.
• Mengolok cara berbicaranya.
• Membicarakan keburukan orang lain di grup 
  percakapan.
• Menyebarkan rekaman atau foto untuk mempermalukan seseorang.
• Mengisyaratkan kekurangan orang dengan gerakan tubuh.
Semua ini bisa termasuk ghibah apabila dilakukan tanpa alasan syar'i yang dibenarkan.
Bayangkan...Seseorang dahulu senang berkumpul hanya untuk membicarakan keburukan orang lain.
Ia merasa terhibur.
Teman-temannya tertawa.
Tidak ada yang menegur.
Lalu Hari Kiamat tiba.

Orang-orang yang pernah digunjing berdiri di hadapannya.
Mereka menuntut hak mereka.
Pahala-pahalanya diberikan kepada orang yang pernah dizalimi.
Jika pahalanya habis sebelum tuntutan selesai...
Dosa-dosa mereka dipindahkan kepadanya.
Lalu ia dilemparkan ke dalam neraka.
Rasulullah ﷺ bersabda: Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut?"
Beliau ﷺ menjelaskan bahwa orang bangkrut adalah orang yang datang pada Hari Kiamat membawa pahala shalat, puasa, dan zakat, tetapi dahulu mencaci, menuduh, memakan harta,menumpahkan darah, dan memukul orang lain. Maka pahala-pahalanya diberikan kepada mereka yang dizalimi. Jika pahalanya habis, dosa-dosa mereka dipikulkan kepadanya, lalu ia dilemparkan ke neraka. (HR. Muslim no. 2581)
Bagaimana Cara Bertaubat?
1. Menyesali Perbuatan
Sadari bahwa ghibah dan namimah bukan dosa ringan.
2. Berhenti Melakukannya,Jangan mengulanginya lagi.
3. Memohon Ampunan kepada Alla
Perbanyak istighfar.
4. Mendoakan Orang yang Pernah dighibahi, memohonkan kebaikan untuk mereka.
5. Menjaga Lisan
Bertanya kepada diri sendiri sebelum berbicara:
Apakah ucapan ini bermanfaat?"
Jika tidak, lebih baik diam.
Rasulullah ﷺ bersabda: Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.
(HR. Bukhari dan Muslim)
RENUNGAN
Betapa banyak dosa besar dilakukan bukan dengan tangan...Tetapi dengan lidah.Lidah yang kecil. Ringan digerakkan.
Namun mampu menghancurkan kehormatan seseorang.Menyakiti hati orang lain.Dan menjadi sebab datangnya azab.Jangan sampai kita menjaga shalat dan puasa, tetapi kehilangan pahala karena lisan yang tidak dijaga
Hari ini...Kita masih bisa memilih untuk diam. Masih bisa meminta maaf.
Masih bisa menghentikan gunjingan.
Masih bisa menjaga jari-jari kita dari menulis komentar yang menyakiti.
Jangan tunggu sampai penghuni kubur merasakan azab karena namimah.
Jangan tunggu sampai pahala habis karena ghibah.

Karena keselamatan seorang muslim bukan hanya pada apa yang ia kerjakan, tetapi juga pada apa yang ia tahan untuk tidak diucapkan.

Semoga Allah menjaga lisan kita dari ghibah, fitnah, dan namimah, menjadikan ucapan kita penuh kebaikan, serta menyelamatkan kita dari azab kubur dan azab neraka. Aamiin ya Rabbal 'alamin. 🤲

Footnote
> "Engkau menyebut tentang saudaramu sesuatu yang tidak disukainya..."(HR. Muslim no. 2589)
> "Tidak akan masuk surga pelaku namimah."(HR. Bukhari no. 6056; Muslim no. 105)
> "Sesungguhnya kedua penghuni kubur ini sedang disiksa..." (HR. Bukhari no. 218; Muslim no. 292)
> "...Janganlah sebagian kamu mengghibahi sebagian yang lain..."
(QS. Al-Hujurat: 12)
> "Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim)
Wallāhu a‘lam bish-shawāb.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Benarkah Arwah Orang-orang Mukmin Pulang Ke Rumahnya Setiap Malam ..?

CARA KIRIM PAHALA BACAAN AL-QURAN UNTUK SI MAYIT

INI PATUT DIKETAHUI UNTUK PARA PETUGAS QURBAN AGAR TIDAK TERJADI KEHARAMAN.