KISAH IBLIS LAKNATULLOH ALAIH DI UTUS OLEH ALLAH UNTUK BERDIALOG DENGAN RASULULLAH SAW

KISAH IBLIS LAKNATULLOH ALAIH
DI UTUS OLEH ALLAH UNTUK BERDIALOG DENGAN RASULULLAH SAW
Kisah mengenai dialog antara Nabi Muhammad SAW dan Iblis merupakan salah satu riwayat populer dalam literatur Islam. Kisah ini bersumber dari riwayat (salah satunya termuat dalam tulisan Imam Al-Baihaqi) yang menceritakan momen ketika Allah SWT memerintahkan Iblis untuk menemui Rasulullah demi membongkar semua rahasia, tipu muslihat, serta kelemahannya di hadapan beliau dan para sahabat.
Iblis datang bukan atas kemauannya sendiri, melainkan terpaksa karena ancaman Allah yang akan mengubahnya menjadi debu jika berani berbohong

Berikut adalah poin-poin penting dan rahasia yang dibongkar oleh Iblis dalam dialog tersebut:

Nabi Muhammad SAW bertanya tentang siapa saja manusia yang paling dibenci oleh Iblis. Iblis menjawab ada beberapa golongan, di antaranya:

Nabi Muhammad SAW: Menempati urutan pertama sebagai makhluk yang paling dibenci Iblis.

Pemimpin yang Adil: Penguasa yang menegakkan keadilan dan tidak sewenang-wenang.

Orang Kaya yang Dermawan: Orang yang mencari harta secara halal dan suka bersedekah.

Orang Miskin yang Sabar: Orang kekurangan yang tidak mengeluh dan tetap menjaga kehormatan dirinya.

Orang Alim yang Wara': Ahli agama yang menjauhi perkara syubhat (samar) dan haram

Iblis juga membeberkan golongan manusia yang menjadi sekutu atau sahabatnya di dunia:

Pemakan Riba: Orang yang bertransaksi dengan bunga haram.

Orang Kaya yang Kikir: Mereka yang menimbun harta dan enggan membayar zakat.

Hakim yang Culas: Penegak hukum yang menerima suap atau memutus perkara dengan tidak adil.

Peminum Khamar: Orang yang gemar meminum minuman keras atau memabukkan.

Pemutus Tali Silaturahmi: Orang yang gemar bermusuhan dengan keluarga atau sesama muslim

Kemudian Iblis juga membongkar taktiknya untuk merusak ibadah umat Islam:

Merusak Khusyuk Shalat: Iblis menggoda manusia agar menengok ke kanan-kiri, atau membisikkan urusan duniawi agar ingatan shalatnya hilang.

Mempercepat Gerakan Shalat: Jika gagal merusak fokus, Iblis akan membuat manusia shalat terburu-buru seperti ayam yang mematuk makanan.

Meniupkan Sifat Riya: Menggoda manusia agar pamer atau ingin dipuji orang lain setelah melakukan amal kebaikan

Dalam dialog tersebut, Iblis secara terbuka mengakui ketakutannya yang besar terhadap Umar bin Khattab. Iblis menyatakan bahwa setiap kali ia berpapasan dengan Umar di suatu jalan, ia pasti akan memilih mencari jalan lain karena tidak kuat menahan ketegasan iman Umar. Photo hanya ilustrasi. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Benarkah Arwah Orang-orang Mukmin Pulang Ke Rumahnya Setiap Malam ..?

CARA KIRIM PAHALA BACAAN AL-QURAN UNTUK SI MAYIT

INI PATUT DIKETAHUI UNTUK PARA PETUGAS QURBAN AGAR TIDAK TERJADI KEHARAMAN.