WAJAH YANG MENGHITAM DI DETIK TERAKHIR

WAJAH YANG MENGHITAM DI DETIK TERAKHIR

​"Apa yang akan kamu lakukan kalau melihat orang terdekatmu sedang sekarat, tapi tiba-tiba wajahnya berubah menjadi hitam pekat seolah-olah hangus terbakar? Kamu pasti ketakutan dan mengira dia meninggal dalam keadaan su'ul khatimah.
​Tapi tunggu... detik-detik berikutnya, sebuah keajaiban besar terjadi dan mengubah keputusasaan itu menjadi tangis haru yang luar biasa. Siapa sosok misterius yang datang menyelamatkannya di ujung nyawa?"
​. 
​Kisah nyata ini dialami dan diceritakan langsung oleh seorang ulama besar tabi'in bernama Abu Hazim.
​Suatu hari, ada seorang pemuda shaleh yang mendadak jatuh sakit keras hingga mendekati ajalnya. Di dalam kamar yang remang-remang, keluarganya berkumpul dengan cemas. Saat detik-detik sakaratul maut itu tiba, atmosfer ruangan berubah menjadi mencekam.
​. 
​Perlahan tapi pasti, perubahan mengerikan terjadi pada fisik sang pemuda. Warna kulit wajahnya yang tadinya bersih, tiba-tiba berubah drastis menjadi hitam pekat, legam, bagaikan arang. Keluarganya tersentak mundur, menangis histeris. Mereka ketakutan melihat tanda-tanda yang tampak seperti murka Allah. Sang pemuda sendiri tampak tersiksa, napasnya terengah-engah menahan beban yang amat berat.
​Namun, di tengah keputusasaan dan jerit tangis keluarga, pemuda itu tiba-tiba tersentak. Matanya yang sayu mendadak terbuka lebar, menatap lurus ke atas dengan binar yang luar biasa.
​Dalam sekejap mata, kegelapan di wajahnya sirna! Wajah yang tadinya hitam legam itu mendadak berubah menjadi seputih susu, bahkan memancarkan cahaya yang menerangi sudut-sudut kamar. Senyumnya merekah indah, seolah semua rasa sakitnya hilang tak berbekas.
​Sebelum mengembuskan napas terakhirnya dengan sangat tenang, pemuda itu sempat berbisik kepada orang-orang di sekitarnya yang masih terpaku tak percaya:
​"Kalian melihat apa yang terjadi padaku tadi? Ketahuilah, hitamnya wajahku tadi adalah karena dosa-dosaku yang menjeratku. Namun, di tengah ketakutanku, tiba-tiba datang sesosok manusia yang amat tampan, mengenakan pakaian putih, dan aromanya sangat wangi. Beliau mengusap wajahku dan berkata: 'Bangkitlah, wahai pemuda. Aku adalah Rasulullah, dan aku datang untuk memberimu syafaat karena engkau tak pernah lelah bershalawat kepadaku semasa hidupmu...'"
​Setelah mengucapkan kalimat itu, pemuda tersebut wafat dengan wajah yang bersinar dan senyum yang paling indah yang pernah disaksikan keluarganya.
.
Pelajaran yang Bisa Diambil :
​Kisah yang menggetarkan ini menitipkan 3 hikmah besar untuk kita:
- ​Kasih Sayang Nabi yang Tak Terbatas: Rasulullah S.A.W. tidak pernah melupakan umatnya, bahkan di detik-detik paling kritis ketika manusia tak lagi bisa menolong dirinya sendiri.
- ​Dosa vs Ampunan: Setiap manusia pasti punya dosa yang mengotori jiwanya, namun ampunan Allah dan syafaat Nabi jauh lebih luas bagi mereka yang mau mengikatkan hatinya pada syariat.
- ​Dahsyatnya Amalan Shalawat: Shalawat bukan sekadar hiasan bibir, melainkan "investasi keselamatan" yang akan datang menjadi penolong konkret di alam barzakh dan akhirat.
​Teman-teman, kita semua tidak luput dari khilaf dan dosa yang mungkin membuat "wajah batin" kita menghitam. Tapi jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah.
​Kalau hari ini kita merasa amalan kita masih sedikit dan dosa kita teramat banyak, basahilah lidah kita dengan shalawat kepada Rasulullah. Jadikan shalawat sebagai napas harian kita. Karena kelak, di saat semua orang angkat tangan dan tak peduli pada kita, lambaian tangan Rasulullah-lah yang kita harapkan untuk menyelamatkan kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Benarkah Arwah Orang-orang Mukmin Pulang Ke Rumahnya Setiap Malam ..?

CARA KIRIM PAHALA BACAAN AL-QURAN UNTUK SI MAYIT

INI PATUT DIKETAHUI UNTUK PARA PETUGAS QURBAN AGAR TIDAK TERJADI KEHARAMAN.