DARIKEKASIH ALLAHMENJADIPENGIKUT NAFSUI MISTERIBAL'AM BIN BA'URA
Kisah Bal'am bin Ba'ura adalah salah satu tragedi spiritual paling memilukan sekaligus peringatan keras (ibrah) dalam sejarah Islam mengenai bahaya keserakahan dunia. Kisah tragis ilmuwan spiritual yang jatuh ke lembah kesesatan ini diabadikan secara tersirat di dalam Al-Qur'an melalui Surah Al-A'raf ayat 175-176.Berikut adalah rincian mendalam mengenai kedudukan suci Bal'am, konspirasi politik, hingga detik-detik kehancuran imannya:
Bal'am bin Ba'ura hidup di zaman Nabi Musa a.s. di wilayah Syam (Kan'aan/Palestina). Ia bukanlah orang sembarangan; Bal'am adalah seorang ulama rabbani, ahli ibadah terbesar di kaumnya, dan seorang mufti yang sangat dihormati.Kelebihan utama Bal'am adalah Allah ﷻ telah menganugerahinya pengetahuan tentang kitab-kitab suci kuno dan ia menguasai Ismullah Al-A'zham (Nama Allah yang Paling Agung).
Kedekatan spiritualnya ini membuat Bal'am memiliki karomah luar biasa: setiap doa yang keluar dari lisannya pasti dikabulkan secara instan oleh Allah ﷻ. Masyarakat dari berbagai penjuru datang kepadanya untuk meminta doa keselamatan atau keberkahan.Ujian besar bagi Bal'am datang ketika Nabi Musa a.s. memimpin pasukan Bani Israil untuk memasuki dan membebaskan tanah Kan'aan dari cengkeraman para penguasa yang zalim dan penyembah berhala.Para pembesar kaum Kan'aan yang ketakutan mengetahui bahwa pasukan Nabi Musa dilindungi oleh mukjizat langit segera mendatangi Bal'am. Mereka memohon kepada Bal'am: "Wahai Bal'am, Musa datang bersama pasukannya untuk mengusir kami. Engkau adalah orang yang makbul doanya, maka keluarlah dan berdoalah kepada Allah agar menghancurkan Musa dan pasukannya!"
Awalnya, Bal'am menolak keras dengan iman yang kokoh: "Celaka kalian! Musa adalah Nabi Allah, dan bersamanya ada para malaikat serta orang-orang beriman. Bagaimana mungkin aku mendoakan keburukan untuk mereka?"Namun, para penguasa tidak menyerah. Mereka melancarkan strategi tipu daya materi:Mereka membawakan emas, perak, hadiah mewah, dan takhta kekuasaan yang sangat melimpah di hadapan Bal'am.Mereka mendekati istri Bal'am dengan perhiasan yang sangat indah agar sang istri mendesak dan merengek kepada Bal'am untuk mengabulkan permintaan para penguasa tersebut.Perlahan tapi pasti, bisikan kemewahan dunia dan desakan sang istri mulai meretakkan benteng keimanan Bal'am. Ia mulai berpikir untuk "mengompromikan" ilmunya demi harta.
Bal'am akhirnya menyerah pada keserakahan. Ia menunggangi keledainya dan naik ke atas Gunung Husban untuk mulai memanjatkan doa kutukan bagi pasukan Nabi Musa a.s.Di sinilah fenomena mistis kedahsyatan takdir terjadi:Di tengah jalan, keledai yang ditungganginya mendadak mogok dan bersujud, menolak naik ke gunung. Atas izin Allah, keledai itu berbicara: "Celaka engkau, wahai Bal'am! Ke mana engkau akan pergi? Apakah engkau tidak melihat para malaikat di depanku menghalangiku berjalan untuk menyelamatkanmu?"
Namun, karena mata hatinya telah buta oleh emas, Bal'am justru memukul keledai itu hingga mati.Ketika Bal'am mulai merapalkan doa mengutuk Nabi Musa, Allah ﷻ membalikkan lisannya secara gaib. Setiap kali ia berniat mengucapkan kalimat kutukan untuk pasukan Musa, mulutnya justru mengucapkan doa kemenangan untuk Musa. Sebaliknya, setiap ia berniat mendoakan kebaikan untuk kaumnya sendiri, lisannya justru mengucapkan kehancuran bagi mereka.Bal'am menyadari lidahnya telah dikunci.
Bersamaan dengan itu, seluruh ilmu suci, karomah, dan penguasaan Ismullah Al-A'zham dicabut secara paksa dari hatinya oleh Allah ﷻ. Wajahnya berubah menjadi kusam dan dadanya terasa sangat sesak. Iman dan ilmunya terkelupas dari dirinya, menyisakan kekosongan spiritual yang mengerikan.Setelah kehilangan karomah sucinya, Bal'am benar-benar menjadi budak setan. Karena dendam dan telanjur basah dalam dosa, ia memberikan strategi licik terakhir kepada kaumnya untuk menghancurkan pasukan Nabi Musa menggunakan sihir fitnah wanita.
Ia menyarankan agar para penguasa mendandani wanita-wanita tercantik di kota dan mengirim mereka ke barisan perkemahan tentara Nabi Musa untuk berdagang sekaligus menggoda mereka melakukan perzinaan. Siasat maksiat ini berhasil menyebabkan runtuhnya moral sebagian tentara Musa, yang berujung pada turunnya azab penyakit menular (Tha'un) yang menewaskan puluhan ribu Bani Israil dalam sehari.Meskipun siasatnya berhasil merusak pasukan Musa, kehidupan Bal'am sendiri berakhir secara tragis. Ia mati dalam keadaan kafir, tanpa iman, dan membawa kehinaan abadi.Di dalam Surah Al-A'raf ayat 176, Allah ﷻ mengumpamakan ilmuwan yang jatuh karena dunia ini dengan perumpamaan yang sangat hina:"Maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu menghalaunya dijulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya ia menjulurkan lidahnya juga.
Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami.Kisah mistis dan tragis Bal'am bin Ba'ura menjadi pelajaran abadi bagi seluruh umat manusia, terutama para pemegang ilmu, bahwa tingkat intelektualitas dan pengetahuan agama yang tinggi tidak menjamin keselamatan seseorang jika hatinya telah dijangkiti oleh penyakit cinta dunia.
Komentar
Posting Komentar