KETIKA NABI MUHAMMAD DILEMPARI KOTORAN UNTA KETIKA SAAT SEDANG SUJUD DI MASJID
Dikisahkan, Dahulu ketika Nabi Muhammad SAW datang untuk beribadah di dekat Kakbah. Di sudut lain pelataran, tampak sekelompok elite Quraisy sedang berkumpul.
Di antara mereka terdapat tokoh berpengaruh, Abu Jahal. Melihat Nabi Muhammad mulai melaksanakan salat di masjid, Abu Jahal lantas melontarkan provokasi berbahaya kepada kelompoknya.
"Siapa di antara kalian yang berani mengambil jeroan dan kotoran unta milik keluarga fulan yang baru disembelih, lalu meletakkannya di punggung Muhammad saat dia bersujud?" ujar Abu Jahal memanaskan suasana, menurut laporan dari salah satu saksi, Abdullah bin Mas'ud.
Menanggapi tantangan tersebut, Uqbah bin Abi Mu'aith—yang dikenal sebagai salah satu penentang keras Islam—langsung bergerak cepat. Ia mengambil limbah unta yang penuh darah dan kotoran menjijikkan dari tempat penjagalan terdekat.
Saat Nabi Muhammad SAW menurunkan tubuhnya ke bumi untuk bersujud, Uqbah menyelinap dari belakang. Tanpa belas kasihan, ia melemparkan seluruh tumpukan kotoran unta tersebut tepat di atas pundak dan punggung Nabi.
Ledakan tawa seketika pecah di kalangan elite Quraisy. Kelompok Abu Jahal dilaporkan tertawa terbahak-bahak hingga tubuh mereka saling terdorong kegirangan atas aksi penghinaan tersebut.
Sementara itu, Nabi Muhammad tetap terpaku dalam sujudnya, tidak mampu mengangkat kepala akibat beratnya beban kotoran di punggung beliau.
Situasi di sekitar Kakbah sempat mencekam. Beberapa pengikut Nabi yang berada di lokasi mengaku tidak dapat berbuat banyak karena kalah jumlah dan posisi politik kaum muslimin yang masih lemah di Makkah.
Kebuntuan tersebut akhirnya pecah ketika putri kecil Nabi, Fatimah Az-Zahra, mendapat kabar mengenai insiden yang menimpa ayahnya. Gadis kecil itu berlari kencang menuju pelataran masjid.
Dengan tangan kosong, Fatimah langsung menyingkirkan jeroan dan kotoran unta yang mengotori tubuh ayahnya. Usai membersihkan punggung sang ayah, dengan penuh keberanian, Fatimah membalikkan badan dan melontarkan kecaman keras di depan muka Abu Jahal dan para pengikutnya.
Kelompok Quraisy yang tadinya tertawa seketika bungkam melihat ketegasan putri Nabi tersebut.
Nabi Muhammad SAW biasanya memaafkan hinaan yang bersifat pribadi. Beliau tak masalah bila direndahkan dan dizalimi.
Namun ketika ibadah solat dan kesucian Kakbah dilecehkan, beliau bertindak tegas.
Usai menyelesaikan shalatnya dengan tertib, Nabi Muhammad SAW bangkit dan langsung menghadap ke arah langit.
Beliau mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi dan mengumandangkan doa yang menggetarkan seisi pelataran Kakbah.
"Ya Allah, binasakanlah kaum Quraisy! Ya Allah, binasakanlah kaum Quraisy! Ya Allah, binasakanlah kaum Quraisy!" seru Nabi sebanyak tiga kali dengan suara lantang.
Dalam doa tersebut, beliau secara spesifik menyebutkan nama-nama para pelaku utama, termasuk Abu Jahal, Uqbah bin Abi Mu'aith, Utbah bin Rabi'ah, dan Syaibah bin Rabi'ah.
Berdasarkan catatan sejarah tepercaya, seluruh nama yang disebut dalam doa nabi tersebut mengalami akhir hidup secara tragis dalam pertempuran besar di Lembah Badar beberapa tahun setelahnya.
Orang-orang kafir itu akhirnya binasa sesuai doa yang dipanjatkan nabi Muhammad SAW.
Allahumma solli ala sayyidinaaa Muhammad!
Komentar
Posting Komentar