Kisah Pemuda Bebas Dari Hukuman Qishos, Berkah Maulid Nabi

Kisah Pemuda Bebas Dari Hukuman Qishos, Berkah Maulid Nabi 

‏ﻭَﺣُﻜِﻲَ ﺃَﻧَّﻪُ ﻛﺎَﻥَ ﻓِﻲ ﺯَﻣَﺎﻥِ ﺍْﻟﺨَﻠِﻴْﻔَﺔِ ﻋَﺒْﺪِ ﺍْﻟﻤَﻠِﻚِ ﺑْﻦِ ﻣَﺮْﻭَﺍﻥَ ﺷَﺎﺏٌ ﺣَﺴَﻦُ ﺍﻟﺼُّﻮْﺭَﺓِ ﻓِﻲ ﺍﻟﺸَّﺎﻡِ ﻭَﻛَﺎﻥَ ﻳَﻠْﻬَﻮُ ﺑِﺮُﻛُﻮْﺏِ ﺍْﻟﺨَﻴْﻞِ ﻓَﺒَﻴْﻨَﻤَﺎ ﻫُﻮَ ﺫَﺍﺕَ ﻳَﻮْﻡٍ ﻋَﻠﻰَ ﻇَﻬْﺮِ ﺣِﺼَﺎﻧِﻪِ ﺇِﺫْ ﺃَﺟْﻔَﻞَ ﺍْﻟﺤِﺼَﺎﻥُ ﻭَﺣَﻤَﻠَﻪُ ﻓِﻲ ﺳِﻜَﻚِ ﺍﻟﺸَّﺎﻡِ ﻭَﻟَﻢْ ﻳَﻜُﻦْ ﻟَﻪُ ﻗُﺪْﺭَﺓٌ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﻨْﻌِﻪِ ﻓَﻮَﻗَﻊَ ﻃَﺮِﻳْﻘُﻪُ ﻋَﻠَﻰ ﺑَﺎﺏِ ﺍْﻟﺨَﻠِﻴْﻔَﺔِ ﻓَﺼَﺎﺩَﻑَ ﻭَﻟَﺪَﻩُ ﻭَﻟَﻢْ ﻳَﻘْﺪِﺭْ ﺍْﻟﻮَﻟَﺪُ ﻋَﻠَﻰ ﺭَﺩِّ ﺍﻟْﺤِﺼَﺎﻥِ ﻓَﺼَﺪَﻣَﻪُ ﺑﺎِﻟْﻔَﺮَﺱِ ﻭَﻗَﺘَﻠَﻪُ ﻓَﻮَﺻَﻞَ ﺍْﻟﺨَﺒَﺮُ ﺇِﻟَﻰ ﺍْﻟﺨَﻠِﻴْﻔَﺔِ ﻓَﺄَﻣَﺮَ ﺑِﺈِﺣْﻀَﺎﺭِﻩِ ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﺃَﻥْ ﺃَﺷْﺮَﻑَ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﺧَﻄِﺮَ ﻋَﻠَﻰ ﺑَﺎﻟِﻪِ ﺃَﻥْ ﻗَﺎﻝَ: ﺇِﻥْ ﺧَﻠَﺼَّﻨِﻲ ﺍﻟﻠﻪُ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﻣِﻦْ ﻫَﺬِﻩِ ﺍﻟْﻮَﺍﻗِﻌَﺔِ ﺃَﻋْﻤَﻞُ ﻭَﻟِﻴْﻤَﺔً ﻋَﻈِﻴْﻤَﺔً ﻭَﺃَﺳْﺘَﻘْﺮِئُ ﻓِﻴْﻬَﺎ ﻣَﻮْﻟِﺪَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﷺ ،ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﺣَﻀَﺮَ ﻗُﺪَﺍﻣَﻪُ ﻭَﻧَﻈَﺮَ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﺿَﺤِﻚَ ﺑَﻌْﺪَﻣَﺎ ﻛﺎَﻥ ﻳَﺨْﻨُﻘُﻪُ ﺍﻟْﻐَﻀَﺐُ ﻓَﻘَﺎﻝَ:ﻳَﺎ ﻫٰﺬَﺍ ﺃَﺗُﺤْﺴِﻦُ ﺍﻟﺴِّﺤْﺮَ؟ ﻗَﺎﻝَ: ﻻَ ﻭَﺍﻟﻠﻪِ ﻳَﺎ ﺃَﻣِﻴْﺮَ ﺍْﻟﻤُﺆْﻣِﻨِﻴْﻦَ
ﻓَﻘَﺎﻝَ: ﻋَﻔَﻮْﺕُ ﻋَﻨْﻚَ ﻭَﻟَﻜِﻦْ ﻗُﻞْ ﻟِﻲْ ﻣَﺎﺫَﺍ ﻗُﻠْﺖَ؟ ﻗَﺎﻝَ: ﻗُﻠْﺖُ ﺇِﻥْ ﺧَﻠَﺼَّﻨِﻲ ﺍﻟﻠﻪُ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﻣِﻦْ ﻫٰﺬِﻩِ ﺍﻟْﻮَﺍﻗِﻌَﺔِ ﺍْﻟﺠَﺴِﻴْﻤَﺔِ ﺃَﻋْﻤَﻞُ ﻟَﻪُ ﻭَﻟِﻴْﻤَﺔً ﻟِﺄَﺟْﻞِ ﻣَﻮْﻟِﺪِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﷺ   ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺍْﻟﺨَﻠِﻴْﻔَﺔُ ﻗَﺪْ ﻋَﻔَﻮْﺕُ ﻋَﻨْﻚَ ﻭَﻫَﺬِﻩِ ﺃَﻟْﻒُ ﺩِﻳْﻨَﺎﺭٍ ﻟِﺄَﺟْﻞِ ﻣَﻮْﻟِد ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﷺ ﻭَﺃَﻧْﺖَ ﻓِﻲ ﺣِﻞٍّ ﻣِﻦْ ﺩَﻡِّ ﻭَﻟَﺪِﻱْ ﻓَﺨَﺮَﺝَ ﺍﻟﺸَّﺎﺏُ ﻭَﻋُﻔِﻰَ ﻋَﻦِ ﺍْﻟﻘِﺼَﺎﺹِ ﻭَﺃَﺧَﺬَ ﺃَﻟْﻒَ ﺩِﻳْﻨَﺎﺭٍ ﺑِﺒَﺮَﻛَﺔٍ ﻣَﻮْﻟِﺪِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﷺ.

Dikisahkan pada zaman Khalifah Abdul Malik bin Marwan di kota Syam ada seorang pemuda yang tampan, ia pandai berpacu kuda. 

Pada suatu hari ketika ia menaiki kuda, ternyata kudanya mengamuk dan berlari di perkampungan kota Syam, ia tidak mampu mengendalikannya. 
Kuda itu terus berlari hingga sampai di depan pintu gerbang sang kholifah hingga menabrak putra sang khalifah dan men!nggal di tempat karena ia tidak mampu menghindar. 

Setelah mendengar berita itu beliau menyuruh menghadapkan pemuda itu. 
Pada saat pemuda itu hampir sampai di hadapan sang Khalifah ia berucap dalam hatinya:
“Jika Allah menyelamatkanku dari kejadian ini,
Maka aku akan membuat walimah yang diisi dengan pembacaan Maulid Nabi Saw. 

Ketika ia sampai di hadapan khalifah, beliau melihat wajah pemuda itu, beliau tertawa padahal sebelumnya beliau sangat marah. 
Lalu sang khalifah bertanya, "wahai pemuda apakah engkau melakukan sihir? "
Pemuda itu menjawab: "demi Allah aku tidak melakukan sihir", 
Raja berkata: “Aku telah memaafkanmu, tapi katakanlah, amalan apa yang telah engkau lakukan?” 
Pemuda itu berkata: “Tadi di dalam hati aku berkata, andaikan Allah menyelamatkan aku dari peristiwa besar ini, maka aku akan membuat walimah untuk memperingati Maulid Nabi Saw.” 

Sang khalifah lalu berkata :
“Sungguh aku telah memaafkanmu dan pakailah 1.000 dinar ini untuk peringatan maulid Nabi Saw dan kamu saya bebaskan dari tuntutan atas prmb*nuh4n anakku".

Kemudian pemuda itu dibebaskan dari Qishas serta ia mendapatkan 1000 dinar sebab berkah Maulid Nabi Saw.
Kitab: I'anatuth Tholibin, juz,:3 hal:365

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Benarkah Arwah Orang-orang Mukmin Pulang Ke Rumahnya Setiap Malam ..?

CARA KIRIM PAHALA BACAAN AL-QURAN UNTUK SI MAYIT

INI PATUT DIKETAHUI UNTUK PARA PETUGAS QURBAN AGAR TIDAK TERJADI KEHARAMAN.